Going Cold Turkey - Time To Walk The Talk

Monday, 13 December 2010

Rey is 2 days to 6 months, yang menurut saya ini adalah sebuah 'gerbang' menuju fase baru seorang bayi dimana ia akan mengalami beberapa tahap yang lebih sulit lagi dalam hidupnya karena pada dasarnya ia sudah selangkah lebih dewasa.. simply a grown up baby, he is.

setelah membaca disana dan disini, akhirnya kemarin saya dan suami membulatkan tekad untuk segera mengeksekusi sesuatu yg bagi saya cukup berat secara mental. challenging, also.

bukan mau menyapih ASI kok.
saya dan suami hendak mengajarkan Rey untuk bisa tidur semalaman, dan tidur dengan sendirinya.
sebenarnya sejak saya masih hamil, kami sudah sering berdiskusi mengenai pola asuh yg akan kami terapkan pada Rey. yang ga boleh keseringan digendong lah, tidurnya harus di box lah, Rey ga boleh terlalu dimanja lah, etc. lalu lahirlah Rey, seorang bayi yg menurut saya temperamennya relatif mudah dan tenang. jarang rewel dan tidurnya panjang. so adorable lah pokoknya.. and we're soooo in love with him. time goes on dan Rey jd semakin menggemaskan. and his cuteness ruins everything. literally! hahaha..




hilang sudah semua teori2 kami mengenai parenting style. rencana2 untuk memandirikan Rey dalam usia yg sangat muda bubrah semuanya.
we love carrying him around, kebutuhannya selalu kami penuhi agar sebisa mungkin dia ga sampe nangis beneran. dan memang Rey jarang sekali nangis..paling cuma rengekan2 kecil yg suaranya spt orang batuk/tersedak, diikuti dg suara terengah2. di tengah tidur yg lelap pun saya langsung terbangun begitu Rey sudah mulai gelisah dan menendang2 gulingnya di dalam box bayi. tanpa babibu saya simpulkan bahwa dia haus, minta ASI. saya turunkan dia ke tempat tidur, lalu saya susui sambil saya ikut rebahan juga. namanya juga sambil ngantuk, kalau sudah spt itu kadang malas mengembalikan Rey ke box karena saya lbh sering sendirian saja (di masa2 itu ayahnya Rey off-nya cuma sebentar). pun suami sedang di rumah, ia jarang ikut terbangun..of course, karena Rey ga nangis dan rengekannya sangat tidak annoying. pikir saya, toh dalam semalam dia cuma terbangun kurang dari 3x. sama sekali bukan gangguan lah..tanpa ditemenin juga gpp.

hingga beberapa minggu terakhir ini saya perhatikan Rey lebih sering gelisah tidurnya. glibak glibuk sana sini, dia spt minta ditenangkan. biasanya kalau sudah meringkuk dg posisi kepala nyungsep ke ketiak saya (yes, my armpit!) dan ditepuk2 punggungnya, dia tidur dg tenang lagi. kalau matanya sudah setengah melek dan cara itu tidak berhasil, biasanya mulutnya akan menjadi curvy seolah2 dia mencari sesuatu utk dihisap. ya, tentu saja saya artikan bhw Rey minta ASI. tapi hisapannya ga kuat tuh.. oow, he just needs to be soothed, i conclude. kemudian kami teringat niat di masa2 akhir kehamilan mengenai mslh disiplin dan kemandirian.. sepertinya harus segera dimulai nih sebelum berlarut2.




berbekal informasi mengenai sleep training, metode2nya, dan syarat2 wajibnya maka tanggal 9 kemarin dimulailah Rey belajar tidur sendiri dengan metode cold turkey. karena pulang dari bepergian sudah agak larut, jam 6 sore baru saya mandikan pake air hangat. setelah mandi, saya susui dan setelah itu saya temani main. sementara kami makan malam, Rey ditemani si mbak. selesai makan, saya temani main lagi sambil nonton TV. jam 8 saya bawa Rey masul kamar. lampu terang masih menyala, lalu saya bacakan buku cerita. selesai mendongeng lampu tidur saya nyalakan, Rey saya gendong sambil saya sayang2 dan saya beritahu macam2 mengenai rencana ini... saya beritahu bhw malam ini dia akan mulai belajar tidur sendiri, Rey belajar tidur nonstop sampai pagi, dan kalo mau nangis boleh tapi sebentar aja (prinsip hypnoparenting, jangan bilang 'jangan').

setelah ditaruh di box, nangis sih. hehehe.. dari durasi 20 menit di hari pertama hingga 5 menit di hari kedua, Rey mulai terkondisikan. he slept through the night, too. karena sebelumnya dia sudah belajar menenangkan dirinya tanpa bantuan orang lain :)

dulu waktu umur Rey masih di bawah 1 bulan, dia pernah bisa tidur sendiri tanpa harus nangis ataupun ditungguin. saya msh inget kok, nonton final World Cup sambil nyusuin Rey. stlh dia kenyang saya kembalikan ke box dalam keadaan melek dan nonton finalpun saya lanjutkan :D pertandingan belum selesai, Rey sudah sukses tertidur.
setelah Rey mulai bisa berinteraksi, rasanya sayang kalo setiap saat ia terjaga tidak saya manfaatkan untuk menghabiskan waktu dg Rey. he's too adorable to be ignored! dan sebagai seorang ibu saya mulai menikmati rasanya jadi seseorang yg sangat dibutuhkan, and irreplaceable to someone. like never before :)

seneng sih, Rey sudah bisa lebih mandiri dan lebih dewasa. but a part of me is missing him already. denger Rey nangis aja heartbreaking banget, apalagi selama ini dia bukan bayi yg rewel. in fact, i silently cry also. ketika saya hendak tidur dan sudah rebahan di kasur dan tidak ada sesosok Rey yg biasanya bisa dipeluk, rasanya kangeeen banget. padahal boxnya Rey ada persis di sebelah tempat tidur, tapi rasanya jauh sekali. nangis lagi deh, huhuhu..

yang bisa menghibur hati saya adalah harapan bahwa nantinya ini untuk kebaikan Rey sendiri. kalo dari kecil dia sudah terlatih untuk bisa mengatasi perasaannya, insya Allah ketika sudah besar nanti dia juga lebih mudah mengatasi emosinya sendiri. of course, tanpa mengandalkan bantuan orang lain. FYI, Rey jatuh tertidur sambil meluk guling the way he hugged me in the picture (gulingnya ngga bau bundanya lhoo). and no, no thumbsucking at all. that's why i'm so proud of him..

oh well.. semoga sleep trainingnya berakhir dengan baik utk semua pihak. and everybody happy :)

Published with Blogger-droid v1.6.5

Monday, 6 December 2010

tipsy? no. tapi kepala rasanya berat, even to open my eyes! note that i'm not sleepy, and it's not even time to go to bed.

i want to do nothing and just lie down beside Rey. but like what's mentioned in a TV series i watched this afternoon, "you're a mother. suck it up."

f*ck.

Published with Blogger-droid v1.6.5

[Long Overdue Writing]

Saturday, 4 December 2010

bermula dari sekian sruputan iseng Nescafe Original di sore hari dan dikombinasikan dg perut yg lapar tengah malam, jadilah saya begadang. kemarin lusa (kalau sekarang sih sudah jadi 'seminggu yg lalu'). bosan dg BKI dan Britain's Next Top Model, TweetDeck dan Yahoo Messenger tampak ngawe2 utk disentuh. akhirnya online deh..

keadaan rumah yg sepi membuat pikiran saya melayang kemana2. just the sound of our mini-fountain in the corner of the garden, discreet TV sounds.. ambience-nya nglangut banget :D dan seketika saya sudah berada dalam beberapa percakapan maya dengan topik yg berbeda tapi ada satu benang merah. a bit gender-ish, sih. kindly skip this post if it's not one of your topic of interest.

why women? oh, whyy?
dari sekian banyak hal yang terjadi di dunia ini, dan dari segala literatur yg bahkan bersumber dari kitab suci agama yg jelas2 memberikan peran "pemimpin" pada kaum laki laki - kenapa ujung ujungnya perempuan yang dituding sebagai penanggungjawab? pemegang kunci keberhasilan/kegagalan sesuatu? ..bahkan katanya kalau mau menghancurkan suatu bangsa, perempuannya dulu yg harus diacak2? is this Venus or Earth? laki laki apa kabar ya?

lucunya lagi, pada beberapa konteks tertentu perempuan hidup dalam standar yg dibuat oleh atau untuk para laki2. at least that's what is told.
konon laki laki lebih suka perempuan yg berkulit putih. rambutnya panjang hitam lurus tergerai. jadilah iklan2 memasang perempuan2 'sejenis' itu untuk mempropagandakan kecantikan yg diidamkan laki laki. lengkap dengan screenplay yg memperagakan bahwa 'kalau mau jadi perempuan yg disukai oleh laki laki, jadilah cantik yg seperti ini'. dari yg modelnya pasangan ABG sampai pasutri, kalau iklan produk kecantikan mayoritas seperti itu.
and when it comes to a relationship, dari feedback yg saya dapatkan malam ini saya mendapatkan kesan bahwa perempuan itu ibaratnya sebuah produk dengan laki-laki sebagai end usernya. pokoknya laki-laki maunya begini begini begitu, kalo  perempuan yg ada tidak memenuhi requirements-nya ya cari pilihan lain saja. in terms of interpersonal thingy, kuat dan tidaknya sebuah hubungan seolah olah adalah tanggungjawb si perempuan. as if laki-laki saja yang bisa menginginkan dan mendambakan sesuatu dari sebuah hubungan, dan perempuan saja yang bisa memberikan papun yg dibutuhkan supaya hubungan tersebut bisa standing strong. saya jadi garuk garuk kepala sendiri nih..
apakah yang dimaksud leadership disini adalah sekedar wewenang untuk menetapkan standar?

seketika saya jadi ingat sebuah film yg direkomendasikan dosen Psikologi Sosial saya dulu ketika masih kuliah. semester pertama, langsung dicekoki film kaya gini. hihihi.. langsung 'melek'lah saya  sama isu gender :D sungguh sebuah film yg menimbulkan rasa tidak nyaman, hampir setara dengan sensasi ketika nonton Monster. eh, ini film juga saya jadikan referensi ketika membuat tugas kuliah dulu. lupa mata kuliah apa tapinya, ehehe.. intinya dua film tadi menceritakan diskriminasi gender dengan konteks yang berbeda.

dan seketika saya jadi ingat buku buku gender saya yang masih dipinjam oleh teman saya, entah mau dikembalikan kapan. hiks..
FERIIIIIIII !!!

--

ps : saya mulai nulis post ini sejak pertengahan November. iya, begadangnya sudah hampir setengah bulan yang lalu. baru sekarang bisa nyelesaiin. hebat, huh? :D



Published with Blogger-droid v1.6.5

quick update

Monday, 8 November 2010

Akhirnya kembali ke Semarang juga. Akhirnya ketemu wifi juga. Akhirnya kepanasan lagi! Hahaha..

Setelah seminggu kemarin plesir ke Jogja dan Magelang, tanpa sengaja mendekati dan memasuki kawasan yg belakangan sering diliput oleh mass media. Ummmm..

Ntar aja deh ceritanya. Mo istirahat dulu. Tunggu post saya berikutnya ya :) ----- updated : kok sepertinya isu Merapi meletus so yesterday ya? :D jd ga mood buat nerusin, hihi..
Published with Blogger-droid v1.6.5

Monday, 18 October 2010

in between me-time

Monday, 11 October 2010

Published with Blogger-droid v1.6.5

Monday, 6 September 2010


now i understand why they name it Sleepy Wrap :) Rey baru digendong 5 menit udah langsung tidur didalamnya, hihihi..